(Untuk Alif Keponakanku)
Kaki mungil kini
telah menginjakkan ke bumi.
Langkah demi langkah
diawali dengan latihan kecil.
Dijelajahinya ruang demi ruang.
Hari-harinya dilalui
dengan langkah-langkah kecil.
Mencoba mencari sosok yang tak pernah ada.
Waktu telah cepat berlalu,
semua tak seperti yang telah lalu.
Ibu kini tak selalu menemani hari-hari.
Terbuai oleh tuntutan duniawi
mencari materi demi sang buah hati.
Benarkah demikian?
Kasih sayang dari ibu tergadaikan
oleh tuntutan duniawi yang seolah tiada henti.
Satu demi satu kasih sayang dua sosok
dalam hidup perlahan memudar.
Sosok ayah yang tak dapat ditemukan kembali telah lama pergi,
bahkan untuk mengingatnya saja tak mampu.
Sosok ibu terancam memudar oleh tuntutan duniawi.
Apalah arti kehidupan ini?
Tubuh mungil ini tak pernah hilang semangat,
senyuman manis selalu merekah.
Langkah-langkah kecil tapi pasti.
Menatap alam semesta
dengan sepasang mata penuh harapan.
Adakah kebahagiaan di esok hari?
Sepasang suami-isteri berusia separuh abad
selalu membelai dengan kasih sayang.
Sampai mengira mereka adalah ayah dan ibu.
Kini siang dan malam berada
dalam pelukan hangat mereka.
Mensyukuri nikmat kehidupan
dalam kasih sayang mereka.
Bandung, 28 Februari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar