Senin, 10 Agustus 2009

Lelah

Jika bukan Dia telah menciptakan aku
Jika bukan Dia aku berada di dunia untuk beribadah pada-Nya
Aku lelah berada di dunia ini
Dengan segala kefanaan ini
Dengan segala semua aktivitas dunia ini

Untuk apa kuliah?
Mencapai gelarkah?
Mencapai pekerjaankah?

Untuk apa menikah?
Mencapai sunnah Rassul?
Mencapai kebahagiaankah?

Untuk apa bekerja?
Untuk memuaskan nafsu materialisme belaka?
Untuk status sosialkah?

Semua itu hanyalah sebuah pencapaian materialisme belaka
Aku lelah dijajah oleh materialisme
Adakah sebuah idealisme murni di dunia ini?

Aku lelah Ya Allah SWT.



Bandung, 23 Maret 2009 08:40 AM

Arlin Widya Safitri

Tiga Hari

Hari ini jam 9:38 | Sunting Catatan | Hapus
Ada apa dengan semua ini?. Semua seakan tersentak begitu saja. Tak ada firasat sebelumnya. Semua seakan baik-baik saja. Tiba di bulan Agustus semuanya tidak sama lagi. Ada yang menghilang dari sisi kehidupan ini. Tentu saja di bulan Agustus semuanya tidak sama lagi.

Sungguh musibah ini terjadi berturut-turut. Seakan semuanya telah di rencanakan dengan sebaik mungkin. Tiga hari berturut-turut satu per satu meninggalkan dunia yang fana ini. Hendak kemana mereka akan pergi?. Suatu tempat yang sunyi dan jauh dari hingar bingar kehidupan duniawi.

Sebuah skenario kehidupan. Tepat tanggal 4 Agustus 2009 Mbah Surip meninggal dunia. Tepat tanggal 5 Agustus 2009 saudara sepupuku - Teh Indri meninggal dunia. Tepat tanggal 6 Agustus 2009 W.S. Rendra pun meninggal dunia.

Ada yang menghilang kini. Tak ada yang dapat mencegah itu semua. Sebuah skenario kehidupan. Selamat jalan semuanya. Semoga amal ibadah kalian diterima di sisi-Nya. Amiin.

Aku tak akan melupakan ini semua. Sangat jelas terekam dalam ingatanku. Aku tak akan melupakan ini semua.

Minggu, 09 Agustus 2009

Selamat Datang Mahasiswa Baru

Tulisan kali ini pas tgl 1 Agustus kemaren. Ceritanya gini. Aku dan mamah nyampe ke Suryalaya (daerah Tasik) kurang lebih jam 01 malem. Soalnya ke Indihiang dulu ngga ke Pamoyanan. Supirnya mau pulang ke Kawali. Padahal lewat Suryalaya atau Panjalu lebih deket kan? Alasan supir sih karena ada penumpang satu orang yang mau ke Ciamis jadi ngga lewat Suryalaya. Tapi pas sama mamah niat mau di borong 20rb malah nawar 50rb. Akhirnya jadi 40rb dianter sampe depan rumah Bi Eti di Suryalaya.

Alhasil penumpang satu orang yang mau ke Ciamis itu dipindahin ke mobil yang jurusan Ciamis. Tega banget. Berarti alasan tadi cuma sekedar basa-basi dong? Itulah kehidupan, manusia selalu kalah bersaing dengan material. Sebenarnya nilai manusia itu lebih tinggi atau lebih rendah dari material? Coba sedikit renungkan.

Aku merasa bersalah juga karena gara-gara mamahku yang merubah niat awal supir. Alasannya cuma satu karena sudah malam. Tepatnya tengah malam menjelang pagi. Lagi pula yang memaksa bukan mamah tapi supir itu. Yang menawarkan lebih dulu juga supir itu. Mamah tadinya mau pindah ke angkot 05.

Nyampe di rumah Bi Eti, keadaan rumah sepi banget. Terlalu sepi untuk ukran acara "malam manaqiban". Bulan Juli kemaren rame. Malah ada tamu dari Cikijing satu rombongan dan wakil rektor D3 IPB nginep di rumah Bi Eti. Penting ngga sih?
Penghuni rumah udah nyenyak tidur. Latif yang buka pintu samping dan masih nonton tivi.

Di ruang tivi ada koran "Pikiran Rakyat" tgl 1 Agustus 2009. Aku baca ternyata isinya pengumuman daftar mahasiswa yang diterima di empat PTN Bandung. Baru sadar hari ini pengumuman SNMPTN. Aku baca artikel itu "8.608 peserta diterima di empat PTN Bandung".

Sekilas setelah membaca artikel itu aku teringat beberapa tahun ke belakang saat aku menjadi peserta SPMB. Waktu itu namanya masih SPMB. Aku masih ingat ego ku saat itu masih di puncak gunung tertinggi di dunia. Ingin masuk ITB. Nyatanya ngga masuk. Cita-cita pengen kerja supaya bisa membahagiakan mamah dan bapak. Sama sekali ngga kepikiran hal-hal yang lain. Jujur, tujuan waktu aku masuk kuliah yaitu materialisme.

Eniwei, "Selamat Datang Mahasiswa Baru" maksudnya "selamat datang di dunia baru'. Dunia Kampus beda banget dengan dunia SMA, SMP apalagi SD dan Taman Kanak-Kanak. Namun, itu juga bisa relatif sifatnya. Karena mahasiswa 'hedonis' ngga akan bisa ngerasain perbedaan itu. Mereka hanya terbuai dengan buaian duniawi yang bersifat semu.

aku sadar pemikiranku berbeda setelah masuk kuliah. Memang itulah tujuan sesungguhnya kuliah, yaitu merubah 'pola pikir'. Bukan untuk mencari harta kekayaan dengan harapan bisa kerja dengan gaji yang memuaskan. Ternyata yang lebih penting adalah belajar untuk 'memaknai hidup' ini. Berpikir kritis terhadap setiap permasalahan. Berperan sebagai 'agent of change' di tengah masyarakat. Meski itu semua hanya sebuah harapan atau lebih parahnya hanya sebuah 'wacana'? Entahlah.

Tapi, tetap semangat!!! adik-adikku tercinta di seluruh Nusantara. Kalian harus tetap bersemangat. Ada sebuah catatan dari Henry Chester:"Semangat adalah aset terbesar di seluruh dunia. Ia mengalahkan uang, kekuasaan dan pengaruh". SEMANGAT!!!

Sekedar "share" pengalaman aja. Di kampus itu kalian bebas berekspresi. Kalian bebas menentukan sikap (sikap yg benar tentunya). Kalian bebas menentukan karakter masing-msing. Tentunya harus di dsari oleh pengetahuan terlebih dahulu. Jangan asal. Mahasiswa dituntut harus 'ilmiah' banget.

Kalian bebas menentukan pilihan hidup. Apakah memilih sebagai mahasiswa 'hedonis', mahasiswa 'study oriented', mahasiswa 'aktivis', mahasiswa 'agamis', mahasiswa 'atheis', mahasiswa 'sekuler' dan sebagainya. Sebenernya masih banyak pilihan hidup itu.

Sedikit intermezo aja, di koran "Pikiran Rakyat" tgl 1 Agustus 2009 itu pun ada artikel ttg "12 Mahasiswa ITB di pecat, 2 diskors". Pasti tahu kan kasus yang lagi 'booming' itu? Nah, mungkin ada yang berminat jadi mahasiswa 'joki'? Boleh2 aja asal tanggung resikonya sendiri. Hehe. Aku ngga bisa memaksa untuk memilih salah satu pilihan hidup itu. Adik-adik udah dewasa. Seharusnya sih udah bisa mencerna dan mengambil 'pilihan hidup' yang terbaik. Nyatanya ngga seperti itu.

Anehnya honor dari hasil 'joki' itu buat kebutuhan tersier alias buat liburan. Hmm...kok bisa?

Satu hal lagi jangan merasa diri sendiri termasuk manusia paling pintar di negeri ini cuma gara-gara lolos SNMPTN tahun ini. Percaya deh itu cuma sebuah "keberuntungan". Lants jangan merasa satu tingkat diatas orang-orang yang ngga bisa kuliah. Pada hakikatnya semua manusia itu sama. Intinya jangan sombong dengan status baru sebagai "mahasiswa". Sebaliknya harus rendah hati. Banyak banget beban di bahu seorang "mahasiswa".

Atau setelah lulus kuliah nanti tiba-tiba menjadi seorang "pejabat". Tiba-tiba kekuasaan berada di tangan sendiri. Kemudian dengan seenaknya melakukan korupsi. Itu juga bagian dari pilihan hidup.

Itu semua hanya sekedar intermezo aja. Hanya merangsang daya nalar adik-adik semua dimana pun kalian berada. Hanya merangsang 'pemikiran kritis' kalian saja. Jangan dianggap menggurui. Pada dasarnya aku pun masih terus menjadi seorang murid yang terus belajar, belajar dan belajar untuk mengerti makna hidup ini. Entah sampai kapan. Aku tahu bahwa aku tidak tahu.

Sekali lagi "Selamat Datang Mahasiswa Baru di Dunia Baru". Dunia Kampus. Jalani dengan sebaik mungkin.

Sampai ketemu lagi di lain waktu. Mudah-mudahan ngga bosen dengan tulisan-tulisanku ini. See you.

Bandung 1 Agustus 2009 (post tgl 9 Agustus 2009).

Sabtu, 08 Agustus 2009

intermezo dikit aja

Hari ini ngga terlalu banyak kegiatan aku. Mamah pergi ke Bekasi.Oh iya besok Dewi (tetanggaku) mau 'married'. Jadi kepengen, hehehe....
Ngga lah... beresin dulu kuliah. Itu harus!!!.

Nanti baca cerpen tentang 'Dewi' yah... Belum sempet di post di blog. Maklum blog-nya belum bener-bener terurus dengan baik. Ngomongin soal blog ada yang pengen di ceritain nih. Kemaren aku kasi kado 'Kambing Jantan'- Radhitya Dika ke Latif. Isinya tentang tulisan2 Dika di blognya bbrp tahun yang lalu. Parahnya Latif ngga punya blog loh. Maksudnya hari gini gitu ga punya blog? Kasihan banget. Makanya aku kasih kado 'Kambing Jantan' supaya memotivasi Latif buat nulis. Parahnya Latif males banget baca. Buktinya baru baca 'Kambing Jantan' sekarang. Bayangin aja itu terbitnya udah beberapa tahun yang lalu. Parah kan? Terus pas mau buka blog di warnet dan nanya2 ke mba 'warnet'. Mba itu bilang 'wah... hebat mba punya blog. punya blog tuh harus punya segudang ide, nyari ide nya susah'. Waduwwwhhh.... tinggal nulis aja kok apa susahnya yah?. Sombong dikit. Hehehe....

Tapi coba pikirin deh berarti rendah banget kesadaran masyarakat Indonesia ini untuk menulis. Prihatin sekali. Ayolah.... semangat untuk menulis!!!
Menulis itu 'enjoy' banget loh. Ngga percaya? Makanya coba dulu baru komentar. Percaya deh.

Di sambung lagi besok. Tulisan tgl 1 Agustus 2009 besok lagi aja yah. Udah malem nih. Di warnet pula. See you.
8 Agustus 2009

Sekedar Iseng Jalan-Jalan

Hari ini jam 21:23 | Sunting Draf | Hapus ( copy sebagian dari draf Facebook coz Blog 'lola banget').
Kemaren kurang lebih jam 13.00 siang pergi ke Fuji Image Plaza yang deket Palasari (toko buku seperti Kwitang-Jakarta). Ke FIP mau transfer photo2 dari camera ke cd. Biayanya 5rb, murah atau mahal? Gapapa lah sekalian amal ibadah untuk hari ini. Anggap aja sodaqoh gitu. Sayangnya, di FIP cuma bisa transfer photo2 aja kalau video-nya ngga bisa. Kata pegawai di FIP itu harus ke Jonas Photo. Lumayan lama proses transfer cd-nya. So... mampir ke kantor Teh Devi dulu. Udah gitu balik lagi deh ke FIP.

Oh iya, pas tadi pertama turun dari angkot buah batu-sederhana ke FIP ada penumpang seorang ibu kurang lebih umurnya 40 thn-an gitu bawa anak kecil kira2 kelas 5 atau 6 SD. Sebelum turun ibu itu mencoba nukerin uang 10rb ke 3 orang penumpang. Tapi ngga ada yang ngasih. Lama-lama ibu itu ngedeketin supir dan nukerin uang 10rb ke supir. Kali ini ibu2 itu dapet uang ribuan dari supir itu. Ternyata, ibu dan anak kecil itu turunnya bareng dengan aku di depan FIP. Aku heran ngeliat ibu dan anak kecil itu jalannya buru2 amat. Selidik punya selidik ibu itu cuma bayar 2000 rupiah yang harusnya 4000 rupiah. Berarti anaknya ngga di hitung. Padahal anaknya udah gede kan? Aku cuma kasihan ngeliat supir angot itu manggil-manggil ibu itu, tapi di cuekin aja sama ibu itu. Hiks... Hiks... Kebayang kan 'nyesek' banget supir itu angkot itu udah nukerin uang ribuan ke ibu itu? Ibarat 'air susu di balas dengan air tuba'. Bener-bener nyata. Aku ngeliat sendiri.

Hmmm....ini juga menjadi bukti 'potret kemiskinan warga Bandung'. Mudah-mudahan ibu itu diberi hidayah oleh Allah SWT dan diberi rizqi yang cukup supaya ngga mengulang perbuatan kayak tadi lagi. Amiin. Buat supir angkot : sabar yah....

Habis ngambil cd dari FIP trus ke Kosambidulu beli gorengan oncom 1/2 kg dan pisang selai 1/2 kg buat Tante Nenti di Bekasi. Besok mamah mau ke Bekasi mau melayat ke rumah Ua Dedeh dan mampir ke rumah Tante Nenti.

Baru deh ke Jonas Photo. Udah tradisi di Jonas Photo itu ngantrinya lamaaa... banget. Kebagian no antrian P10. Sabar... Sabar.... dan Sabar....
Kali ini 45rb, padahal ngga nyampe 1 jam kok video-nya. Yo weis lah....

Nyampe rumah kurang lebih jam 20.30 wib. Di depan komplek tadi muaceeet banget. Berhubung laper banget dan ngga keburu makan sore dijalan. So... nyampe rumah langsung makan. Males ke warnet nih....
So.... baru hari ini aku post tulisan kemaren.

By the way, aku janji mau tulis kejadian tgl 1 s.d. 4 Agustus 2009 kemaren. Iya... pasti aku tulis. Aku pikir itu hal penting dan ada maknanya dari tulisan aku itu. Coba pahami dan renungkan. Makanya baca terus posting-an aku di blog ini. Ngarep dikit.

Aku coba tulis 2 bagian di hari ini. Simak terus yah!!! See you...
8 Agustus 2009

Kamis, 06 Agustus 2009

akhirnya aku kembali nulis

Hufffttt.... sempet bete banget tadi. Bayangin aja mau ngeblog susahnya minta ampuuunnnn deh..... maklum lah ngeblog di warnet yg rada 'lola' (baca: loading lama). Tapi akhirnya connect juga. Ahh... lega bgt rasanya. Padahal tadi hampir setengah jam ga bisa connect ke blogger.com ini. Anehnya buka facebook kok lancar2 aja yah?? aneh bin ajib kan??

Hari ini sebenernya mamah mau k bekasi, melayat ke rumah Ua Dedeh di bekasi. Itu kan kemaren pagi Teh Indri anaknya Ua Dedeh meninggal dunia. Hari ini mamah sibuk ngurusin bapak dari mulai pagi2 sampe siang menjelang sore. Ya itulah pekerjaan mamah selama kurang lebih 4 tahun ini. Selama itu semenjak bapak mengalami 'stroke' menahun. Tapi, masih bersyukur bapak masih bisa jalan. Jadi, sore harinya aku ajak mamah untuk refreshing sebentar ke gramedia di jalan Merdeka. Sedikit ngasih hiburan buat mamah tersayang. Kurang lebih jam 03 sore aku dan mamah ke Gramedia. Di Gramedia mamah nganterin aku liat2 novel2 baru di lantai 2. Sebentar liat2nya, aku kasihan ngeliat mamah jadi aku anter ke tempat resep2 makanan. Bener aja mamah seneng banget. Sampe hampir 1 jam mamah baca buku resep2 makanan itu. Aku seneng bgt ngeliatnya. Akhirnya aku bisa bikin mamah seneng.

Aku juga liat2 novel2. Ahinya pilihan ku jatuh ke novelnya dewi Lestari yg berjudul "Recto Verso" dan teenlitnya Sitta Karina yang berjudul "Skenario Dunia Hijau". Hmm... suka aja sama tulisan2nya Dee dan Sitta Karina. Btw, milih "Skenario Dunia Hijau" coz aku keingetan sama isu "global warming" yang sempet booming beberapa tahun terakhir. Tapi, kok sekarang seakan lenyap gitu aja. Aku juga keingetan tulisan senior yang berjudul 'Mempertanyakan Isu Pemanasan Global' di catatan facebook tgl 31 Mei 2009. Yupz, sebagai mahasiswa harus kritis dengan isu2 yg beredar. Anehnya isu pemanasan global ini sepi banget kali ini. Apa ini kebiasaan bangsa ini yang suka 'melupa' dengan masalah2 yg terjadi? Ataukah ini hanya isu sesaat saja? yang patut dipertanyakan kebenarannya.

Berhubung aku ini cewek jadi keingetan tentang dunia 'fashion'. Catet cewek yah tapi ngga "girly" banget. Aku curiga jangan2 isu "global warming" hanya sebatas mempopulerkan warna hijau dalam dunia fashion. Mungkin hanya ikut numpang eksis di balik isu 'global warming'. Mungkin strategi ekonomi untuk meningkatkan penjualan di bidang 'fashion'. Sebatas alat aja kali yah. I don't know. Maybe.

Jadi pengen baca buku Crichton - Gramedia, tentang isu pemanasan global. Ternyata, keduluan sama seniorku itu. Salut deh. Memang bener2 seorang pemikir yang kritis.

Hiburan jalan2 ke Gramedia ini dimulai dari minggu kemaren tgl 31 Juli. Waktu itu cari2 buku buat kado ultahnya Latif (sodara sepupu aku di Tasik). Nah, dapet 'Kambing Jantan' - Radhitya Dika dan 'The Tales of Beedle The Bard' - J.K. Rowling. Kado buat Latif sih 'Kambing Jantan' aja supaya kocak bacanya. Mumpung lagi liburan kurang lebih 2 bulan. Nah banyak waktu buat jalan2 bareng keluarga tersayang. Aku gunakan liburan kali ini buat bisa banyak baca novel coz kalo dah masuk kuliah bacaannya berat2 banget topiknya. Sekalian merangsang kreativitas buat nulis.

Pulang dari ke Gramedia trus mampir dulu ke kantor Teh Devi di jl. Balong Gede. Tapi sayang banget Teh Devinya dah keburu pulang ke rumah. Ada Aryo (anaknya Teh Devi) ke kantor Teh Devi jadi buru2 pulang ke rumah. Mampir dulu ke Mba Ida deket kantor Teh Devi yang jual banyak banget komik. Surga komik banget deh. Tapi berhubung udah maghrib jd ga lama2 ngobrol disana. So... buru2 pulang ke rumah deh. Nyampe di rumah langsung pergi ke warnet. And I am here.

Besok kayaknya mau nulis kejadian dari tanggal 31 Juli kemaren. Beneran banya banget yang pengen ditulis. Tunggu besok. I will be back. I swear....
See you.

Rabu, 05 Agustus 2009

macam-macam musibah hari ini

Sebenernya banyak banget yang pengen aku tulis bbrp hari ini. Berhubung pergi ke luar kota selama beberapa hari ini jd ga sempet buat nulis. Cari2 alasan doang? Ngga kok... ini beneran banget.... banyak banget yg aku alami beberapa hari ini.

Hmmmm.... sebenernya pengen nulis dari kemaren2. Berhubung kemaren masih ada di cirebon jd ga sempet deh. Oiy, kemaren aku liat berita d tivi Mbah Surip penyanyi 'Tak Gendong' n 'Bangun Tidur' yg eksentrik itu meninggal dunia jam 10.30 wib. Innalillahi wa innailaihi roji'un. Padahal baru aja melejit lewat lagu2nya itu. Memang nasib orang ga bisa di tebak. Baru dapet rezeqi kurang lebih 4,5 milyar dari NSP lagu2nya Mbah Surip sudah di panggil oleh Allah swt. Belum sempet menikmati hasil jerih payahnya itu. Kasihan.

Belum lagi kemaren pas bgt dengan kejadian mbah surip meninggal dunia, kereta api di bogor tabrakan. Ada lagi pesawat jatuh di sekitar Papua. Ditambah lagi kasus pilpres yang belum beres sampe sekarang. Malah ada istilah 'sengketa pilpres'. Ya Tuhan... kasihan sekali bangsa ini selalu di terjang berbagai musibah. Mudah2an semua musibah ini tidak berkepanjangan. Beri kesabaran bagi kami semua.

Mungkin ada kaitannya dengan musibah kemaren, hari ini aku baru dapet berita dari sodara aku di tasik. Kata mang endis lewat telepon Teh Indri anaknya ua Dedeh di bekasi meninggal dunia tadi pagi. Innalillahi wa innailahi roji'un. Kali ini musibah sedang berada di antara keluargaku. Tadi siang mamah nelpon ke tasik, niatnya mau tanya soal bacaan shalat nisfu sya'ban untuk malam ini. Malah dapet berita sedih seperti ini. Mamah ga sempet ke bekasi malem ini mau shalat sunat Nisfu Sya'ban di rumah. Sekedar info aja, sahalat sunat Nisfu Sya'ban itu jumlahnya 100 raka'at. Faedahnya dosa2 kita 1 tahun lalu dan 1 tahun ke depan diampuni oleh Allah SWT. Subhanallah.

Ya Tuhan... mudah2an musibah ini jangan berkepanjangan. Sudah cukup sampai disini. Selamat jalan Mbah Surip dan Teh Indri. Semoga di hapuskan dosa2nya dan di beri tempat di sisi-Nya. Amiin Yaa Robbal 'Alamiin.

Selesai post tulisan ini buka2 Facebook. Ternyata, ada Away dan Obit (temen2 SD di tasik) mereka bilang baru selesai shalat sunat Nisfu Sya'ban. Ada Gamal (temennya Latif di Tasik) juga bilang gitu. Hmm... syukur deh... masih ada generasi muda yang beriman. Pertamanya, Obit ngajak ngobrol di "Chat" Facebook. Nanya tentang mengenang masa2 SD kemaren di Tasik. Aku jawab udah. Hmmm... jadi kangen lagi sama yang namanya Tasik. Pengen lagi ke Tasik.